menjaminakurasi laporan keuangan dan kelangsungan hidup perusahaan. Hal inilah yang menimbulkan adanya perbedaan antara apa yang diharapkan pemakai laporan keuangan dengan apa yang sesungguhnya menjadi tanggung jawab auditor, perbedaan ini disebut expectation gap. Expectation gap inilah yang cenderung menjadi awal mula permasalahan, dimana para pemakai laporan keuangan telah memupuk harapan
Dengankeuangan yang telah diaudit oleh Auditor Publik (AP) atau Kantor Auditor Publik (KAP) berarti telah melakukan pengujian apakah laporan keuangan sudah tepat atau belum. Auditor Publik akan memberikan opini dari hasil audit laporan keuangan dengan klasifikasi berikut: Wajar tanpa pengecualian
LAPORANKEUANGAN PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk. Contact Center : 1500286 No. POS-POS LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI Per 31 Desember 2020 Dan 2019 (Dalam Jutaan Rupiah) No. POS-POS I. Tagihan Komitmen 1. A. Fasilitas pinjaman/pembiayaan yang belum ditarik - - 2.
Jikalaporan keuangan tidak diaudit, mungkin laporan keuangan tersebut mengandung banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, laporan keuangan yang belum atau tidak diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh stakeholder.
RepublikCom tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adlah pada pernyataan pndapat atas laporan keuangan brdasarkan audit kami.
Kecukupanbukti audit lebih berkaitan dengan kuantitas bukti audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecukupan bukti audit adalah: 1. Materialitas. Auditor harus memberikan pendapat pendahuluan atas tingkat materialitas laporan keuangan. Karena tingkat materialitas dan kuantitas bukti audit memiliki hubungan terbalik, maka semakin rendah tingkat
.
perbedaan laporan keuangan yang sudah diaudit dan belum