Jikaada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf di atas, maka dinamakan dengan bacaan ikhfa haqiqi. Cara membacanya: nun mati atau tanwin dibaca samar-samar antara idzhar dan idgham. Contohnya dalam Al Quran Surat Al Kahfi: ููููู ููุฐู ุฑู, karena ada nun sukun ketemu dzal.
Mengutipbuku Pengantar Al Imla' Dasar (Kaidah Praktis Menulis Arab) oleh Muh. Yunan Putra, Lc., M. HI, ada sejumlah bentuk harakat yang dikenal dalam ilmu tajwid. Mulai dari fathah, dhammah, kasrah, fathatain (tanwin fatah), dhammatain (tanwin dhammah), kasratain (tanwin kasrah), sukun, tasydid atau tanda baca panjang lainnya.
Tandabaca ini terletak di bawah huruf hijaiyah. Misalnya huruf 'Ta', maka cara membacanya menjadi 'Ti'. Aturan baca ini berlaku untuk semua huruf hijaiyah. 3. Tanda Baca Dhammah. Meski sama-sama berada di atas huruf hijaiyah, namun yang membedakan fathah dengan dhammah adalah pada bentuk dhammah yang seperti huruf 'wawu'.
Lafalู
ูููููู
ู tidak boleh dibaca MIN-KUM, tetapi harus dibaca MINNGKUM dengan samar atau dengung dengan panjang 1 alif atau dua harakat pada suara "NG", sebab suara Nun Mati menyambung dengan huruf Kaf. Lafal ููู
ููู ุดูุขุกู tidak dibaca LIMAN-SYAAA, tetapi harus dibaca LIMANNSYAAA.
Padakata diatas ada 2 hukum tajwid, yaitu ghunnah dan tafkhim. Ghunnah pada surat Al Baqarah ayat 26. Ghunnah disini terjadi karena ada huruf nun ditasydid, ketika dibaca harus didengungkan antara 2-3 harakat. Tafkhim pada surat Al Baqarah ayat 26. Tafkhim(tebal) disini terjadi karena lafadz Allah didahului oleh fathah. ููุง
Artinya "Jika ada tanwin atau nun mati (sukun) bertemu (diikuti) oleh salah satu huruf yang empat yang berkumpul dalam kata 'yanmu' (ููููู
ููู) maka harus dibaca idgham bighunnah. Ketika keduanya tidak dalam satu kata, seperti lafazh ุฏู ููููุง, jika dalam satu kata maka harus dibaca jelas (idzhar)." Contoh Idgham Bighunnah . 1.
.
ada nun kecil dibawah alif dibaca apa